Danau Linow Tomohon

Tomohon merupakan salah satu kota di Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) yang berjarak sekitar 30 km dari pusat Kota Manado sebagai ibu kota Sulawesi Utara dan dapat ditempuh sekitar satu jam perjalanan lamanya dengan menggunakan angkutan darat.

Danau Linow Tomohon

Sebagai Kota Seribu Bunga, hawanya yang sejuk dan tanahnya yang subur membuat hampir segala jenis bunga dapat tumbuh dan berkembang di kota kecil ini. Tidak hanya itu, Tomohon juga menyimpan pesona lain yang tidak kalah indah, yaitu Danau Linow yang airnya bisa berubah-ubah warna menjadi tiga warna.

Dari pusat Kota Tomohon, Danau Linow berjarak sekitar 3 kilometer menuju arah barat, persisnya di Kelurahan Lahendong, Kecamatan Tomohon Selatan.

Di kawasan sekitar Danau Linow tercium aroma belerang yang cukup kuat. Di sana juga banyak ditemukan beberapa tempat pemandian air panas. Sumber belerang dan mata air panas tersebut berhubungan dengan Gunung Lokon yang masih aktif dan sering meletus.

Tidak mahal untuk berwisata ke Danau Linow. Pengunjung cukup membayar tiket masuk seharga Rp. 5.000 per orang. Dengan harga tersebut, pemandangan indah di danau yang dikelilingi perbukitan tersebut langsung menghibur mata pengunjung. Belum lagi hawa sejuk yang menyelimuti danau, dengan suhu udara 18-20 derajat celsius, membuat suasana semakin nyaman dan segar.

Linow berasal dari kata lilinowan yang artinya tempat berkumpul air. Kata itu diambil dari bahasa Tombulu salah satu etnis di Minahasa. Area Danau Linow seluas sekitar 35 hektar dan berkedalaman sekitar 5 meter bisa terlihat jelas dari atas bukit sebelum turun menuju bibir danau.

Dari ketinggian bukit, warna Danau Linow bisa berubah-ubah, dari biru, hijau menjadi coklat kekuningan. Perubahan warna itu disebabkan kandungan belerang di danau. Kandungan belerang itu sendiri karena di salah satu sisi danau terhubung langsung dengan sumber air yang mengandung belerang dan mengalir ke dalam danau. Penyebab lainnya karena pembiasan cahaya dan pantulan dari vegetasi di sekitar danau.

Pesona Danau Linow sangat pas dinikmati saat pagi atau sore hari. Di waktu-waktu tersebut, cuaca terasa sejuk karena terik matahari berkurang. Suasana pagi di Danau Linow akan semakin terasa nyaman karena ditemani kicau burung.

Pengunjung juga dimanja dengan keberadaan kafe yang terletak di sisi bukit yang mengitari danau. Menikmati kopi dan pisang goreng sungguh nyaman sembari melihat pemandangan ke seluruh area danau. Duduk berlama-lama di kafe terasa tak membosankan karena indahnya pemandangan danau dan sejuknya udara.

Jalan menuju bibir danau terbuat dari kayu dan bambu yang dibangun seperti dermaga. Tepat di ujung jalan tersedia sarana wisata berupa perahu kayuh (dikayuh dengan pedal mirip sepeda) dan kano yang bisa disewa. Perahu kayuh yang mampu memuat empat orang tarif sewanya Rp. 50.000 per jam, sementara kano bisa disewa seharga Rp. 60.000 per jam.

Dengan perahu kayuh atau kano, pengunjung bisa mengitari seluruh area. Hanya saja, pengunjung dilarang mendekat ke bagian danau yang dialiri sumber air panas. Pengunjung juga harus mewaspadai cuaca, terutama di musim hujan, saat memakai kano atau perahu kayuh. Perahu bisa oleng jika angin datang dan ombak tinggi.

Hawa yang sejuk, udara segar, dan pemandangan yang elok membuat mata dan pikiran terasa segar kembali. Suasana Danau Linow memang sangat tepat bagi mereka yang merasa penat dengan rutinitas sehari-hari. (Editor : nraymondfrs),-

Tentang nraymondfrs

Blogger Sulawesi Utara,-
Tulisan ini dipublikasikan di Kepariwisataan dan tag , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *