Tomohon Kota Bunga

Kota Tomohon berada di Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) yang berjarak sekitar 30 kilometer arah selatan Kota Manado sebagai ibu kota Sulawesi Utara dan dapat ditempuh dengan menggunakan angkutan darat.

Bunga Tomohon

Di Kota Tomohon terdapat Gunung Lokon dan pasangannya Gunung Empung. Di antara kedua gunung ini terbentang pematang berbentuk pelana sepanjang lebih kurang 2 kilometer. Di atas pelana itulah sering terjadi letusan. Kawah di kawasan ini menyemburkan abu dan batu-batuan yang berlangsung hampir tidak ada hentinya.

Di kaki Gunung Lokon, dapat menyaksikan Bunga Krisan warna-warni tumbuh di ladang perkebunan milik rakyat. Jika punya waktu lebih lama, pergilah ke selatan, hanya sekitar 5 kilometer akan disajikan pemandangan rumah kayu indah berdiri tegak di pinggir Jalan Kelurahan Woloan. Rumah kayu itu siap dijual.

Sajian keindahan Tomohon berderet panjang ketika memasuki kawasan Bukit Doa Mahawu seluas 20 hektar di sebelah utara dan Danau Linow yang berganti-ganti warna dari pagi hingga malam hari.

Tomohon juga memiliki potensi sumber daya alam, yaitu Energi Panas Bumi di Kelurahan Lahendong yang menghidupkan listrik di Sulut, dengan empat pembangkit sebanyak 80 megawatt.

Kekuatan Kota Tomohon yang berpenduduk sekitar 98.000 jiwa terletak di atas ketinggian 400-800 meter di atas permukaan laut (mdpl). Kawasan yang memiliki luas sekitar 147,2 kilometer persegi itu berada di tangan warganya, yang 70 persen di antaranya adalah petani, khususnya petani bunga.

Bunga produksi Tomohon mendongkrak pendapatan per kapita warganya menjadi Rp. 15 juta per tahun sekaligus menekan angka pengangguran warga.

Perkebunan bunga dilakukan berkelompok dan perorangan oleh masyarakat serta membuat ekonomi warga Kota Tomohon berdaya tahan tinggi. Modal berkebun bunga tak mahal, tetapi masyarakat mendapat untung empat sampai lima kali lipat.

Sebagai daerah otonom, Tomohon berusaha maju melalui program pembangunan yang bersifat wajib dan unggulan sebagai wujud kota otonom yang memiliki kompetensi lokal dan sumber daya alam yang melimpah.

Tomohon hidup dari pertanian, terutama perkebunan bunga. Prospek usaha tanaman hias yang baik itu dapat dimanfaatkan oleh masyarakat Tomohon.

Pemerintah Kota Tomohon menyambut peluang itu dengan menyelenggarakan event tahunan dalam bentuk Tomohon International Flower Festival (TIFF).

Bunga membuat ekonomi warga Kota Tomohon bermetamorfosis. Bunga dari Tomohon yang biasanya cuma menjadi konsumsi kalangan tertentu, termasuk hotel dan perkantoran, serta kalangan elite pada hari raya, kini berubah menjadi konsumsi umum. Bunga dipastikan ada dan terhias rapi di hampir semua rumah penduduk bukan saja hanya di Kota Tomohon tapi juga di Kota Manado, Kabupaten Minahasa, dan sebagian Kota Bitung.

Tanaman bunga yang diperkenalkan sejak zaman penjajahan Belanda itu, sudah pernah dicoba ditanam di sejumlah tempat lain di Tanah Minahasa. Namun, hasilnya tidak sebagus jika ditanam di Tomohon.

Bunga kini menjadi lembaran baru kehidupan masyarakat Kota Tomohon. Ada lebih dari 200 pedagang bunga yang menjajakan 250 jenis tanaman hias di kota itu. Sekuntum mawar, yang biasanya dipetik gratis dari kaki Gunung Lokon dan Gunung Mahawu, kini jadi lebih bernilai.

Seorang petani bunga menyebutkan, dari lahan seluas 50 meter x 40 meter, hampir setiap hari ia bisa memanen bunga. Setiap kali panen, sekali sepekan, ia bisa mengantongi uang sedikitnya Rp. 600.000.

Satu kuntum bunga sedap malam harganya Rp. 2.500, harga sekuntum aster jepang Rp. 500, bunga taikoko satu kuntum juga Rp. 500, sedangkan bunga aster dengan akarnya Rp. 1.000. Bahkan, bunga endemik Tomohon, anggrek kelapa (Phajus thankervillae) dihargai Rp. 7.500 per kuntum.

Itu harga dalam kondisi normal. Jika saat Natal, harganya naik beberapa kali lipat. Ketika permintaan meningkat, harga naik. Hampir tidak ada bunga yang terbuang percuma di Tomohon.

Dengan luas tanam sekitar 90 hektar dan luas panen sekitar 70 hektar, produksi bunga mencapai sekitar tujuh juta kuntum atau tangkai. Untuk masa mendatang, diyakini jumlah petani akan terus bertambah karena bunga menjadi ikon dan merek dagang (trademark) Kota Tomohon.

Bunga krisan adalah kebanggaan Kota Tomohon, terutama Krisan Riri (Kuning) dan Krisan Kulo (Putih) yang hanya tumbuh di Tomohon. Krisan Tomohon lebih besar ukurannya daripada Krisan di daerah lain. Begitu spesialnya bunga krisan sehingga kemudian dinobatkan sebagai Maskot Kota Tomohon.

Kini bunga menjadi penggerak ekonomi Kota Tomohon. Bunga juga menghidupkan warganya. Jangan lewatkan pemandangan bunga ketika mengunjungi kota cantik Tomohon. (Editor : nraymondfrs),-

Tentang nraymondfrs

Blogger Sulawesi Utara,-
Tulisan ini dipublikasikan di Berita - News dan tag , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *